Reksa Dana: Cara Paling Cerdas untuk Late Starter Mulai Investasi Tanpa Harus Jadi Ahli

PANDUAN INVESTASI LATE STARTER · SERI 3 dari 5

Reksa Dana: Cara Paling Cerdas untuk Late Starter Mulai Investasi Tanpa Harus Jadi Ahli

Kamu tidak perlu memilih saham sendiri. Kamu tidak perlu memantau pasar setiap hari. Reksa dana memberimu akses ke ratusan instrumen sekaligus — dengan modal kecil, dikelola profesional, dan bisa dimulai hari ini.

⏱ Estimasi baca: 12 menit  |  📊 Level: Pemula–Menengah  |  💰 Modal mulai: Rp 10.000

Apa Itu Reksa Dana? (Penjelasan Sederhana)

Bayangkan kamu dan 9.999 orang lain masing-masing menaruh Rp 100.000 ke dalam satu “kolam dana” bersama. Kolam ini terkumpul menjadi Rp 1 miliar. Manajer investasi profesional kemudian mengelola uang kolam ini — membeli saham, obligasi, atau instrumen lain sesuai strategi yang sudah ditetapkan.

Hasilnya? Kamu mendapat eksposur ke portofolio yang terdiversifikasi dengan modal kecil — sesuatu yang tidak mungkin kamu lakukan sendiri dengan modal Rp 100.000.

🔑 Komponen Utama Reksa Dana:

Manajer Investasi (MI) — Perusahaan berlisensi OJK yang mengelola dana nasabah secara profesional
Bank Kustodian — Bank independen yang menyimpan aset reksa dana (terpisah dari aset MI)
Investor (kamu) — Membeli unit penyertaan, menjadi pemilik proporsional dari kolam aset
NAB (Nilai Aktiva Bersih) — Harga per unit reksa dana, dihitung setiap hari bursa
Prospektus — Dokumen legal yang wajib kamu baca sebelum investasi

4 Jenis Reksa Dana: Mana yang Cocok untuk Late Starter?

Tidak semua reksa dana sama. Perbedaan utama ada di komposisi aset yang dibeli oleh manajer investasi, yang menentukan profil risiko dan potensi return.

📊 Spektrum Reksa Dana: Risiko vs Return


Jenis

Isi Portofolio

Return/Thn

Risiko

Horizon


Pasar Uang (RDPU)

Deposito, SBI, obligasi <1 thn

4–6%

Sangat Rendah

<1 tahun


Pendapatan Tetap (RDPT)

Obligasi pemerintah & korporasi

6–9%

Rendah–Menengah

1–3 tahun


Campuran (RDC)

Saham + obligasi (mix)

8–14%

Menengah

3–5 tahun


Saham (RDS)

Min 80% saham bursa efek

12–18%*

Tinggi

>5 tahun

*Historis jangka panjang. Return bisa negatif dalam jangka pendek.

Infografis: Cara Kerja Reksa Dana

Cara Kerja Reksa Dana: Dari Investor ke Pasar Modal Semua diawasi OJK • Aset disimpan di Bank Kustodian • Transparan & aman secara hukum 👥 INVESTOR Modal terkumpul di NAB Investor A Rp 100.000 Investor B Rp 5.000.000 Investor C Rp 50.000.000 Investor D Rp 200.000.000 + 9.996 investor lain… Total Dana: Rp 1 Miliar+ Dana 🏦 MANAJER INVESTASI Berlisensi OJK Strategi Investasi Tertuang dalam Prospektus • Kebijakan alokasi aset Riset & Analisis Tim analis profesional memilih aset terbaik Eksekusi Transaksi Beli/jual aset sesuai kondisi pasar Biaya: Expense Ratio 0,5% – 2,5%/tahun Konfirmasi 🏛 BANK KUSTODIAN Penyimpan Aset • Terpisah dari MI • Admin NAB harian • Proteksi investor Investasi 📈 PASAR MODAL Aset yang dibeli oleh MI 📊 Saham BBCA, BBRI, TLKM ASII, UNVR, dll Risiko Tinggi 📜 Obligasi SBN, FR, ORI Obligasi korporat Risiko Sedang 🏦 Deposito/SBI Instrumen pasar uang bank Risiko Rendah 🌍 Global ETF RD Global: S&P500 Nasdaq, dll Risiko MenengajK Return → NAB naik → Keuntungan Investor ⚖️ OJK Otoritas Jasa Keuangan • Mengawasi MI & Kustodian • Menetapkan aturan • Melindungi investor • Izin operasi MI ✓ Cek lisensi MI di ojk.go.id 📊 NAB per Unit Nilai Aktiva Bersih NAB = Total Aset Bersih ÷ Jumlah Unit Beredar Contoh: Total aset: Rp 1 Miliar Unit beredar: 1.000.000 NAB = Rp 1.000/unit Dihitung setiap hari bursa setelah jam 16.00 WIB 💡 Keunggulan Reksa Dana vs Investasi Langsung ✓ Diversifikasi otomatis ✓ Dikelola profesional ✓ Modal mulai Rp 10.000 ✓ Likuiditas T+2 s/d T+7

Simulasi Nyata: Investasi Reksa Dana Saham Rp 2 Juta/Bulan selama 15 Tahun

Late starter usia 42 tahun. Target pensiun usia 57. Bisa invest Rp 2 juta/bulan. Pilihan: reksa dana saham indeks dengan rata-rata return historis 12%/tahun.

🔢 Simulasi: Rp 2.000.000/bulan × 15 Tahun @ Return 12%/thn

Formula: FV = PMT × [(1+r)ⁿ – 1] / r × (1+r)
PMT = Rp 2.000.000/bulan, r = 1%/bulan (12%/12), n = 180 bulan


Tahun ke-

Modal Disetorkan

Nilai Portofolio

Keuntungan


Tahun 1

Rp 24.000.000

Rp 25.600.000

+Rp 1.600.000

Tahun 3

Rp 72.000.000

Rp 86.500.000

+Rp 14.500.000

Tahun 5

Rp 120.000.000

Rp 163.000.000

+Rp 43.000.000

Tahun 10

Rp 240.000.000

Rp 418.000.000

+Rp 178.000.000

Tahun 15 🎯

Rp 360.000.000

Rp 888.000.000

+Rp 528.000.000


🚀 Modal Rp 360 juta → tumbuh menjadi hampir Rp 900 juta. Uang bekerja 2,47× lebih keras dari yang kamu setorkan!

⚠️ Disclaimer penting: Return 12%/tahun adalah rata-rata historis reksa dana saham indeks Indonesia jangka panjang. Dalam jangka pendek, reksa dana saham bisa turun 30-50% (seperti 2008, 2020). Simulasi ini tidak memperhitungkan pajak capital gain (saat ini 0% untuk reksa dana) dan inflasi. Return masa depan tidak dijamin sama dengan historis.

Biaya Reksa Dana: Yang Sering Diabaikan Investor Pemula

Reksa dana bukan gratis. Ada biaya yang langsung mempengaruhi return kamu. Memahami struktur biaya adalah kunci memilih reksa dana yang tepat.

💰 Struktur Biaya Reksa Dana (Perbandingan)


Jenis Biaya

RD Konvensional

RD Indeks / ETF

Dampak


Subscription Fee (beli)

0–2%

0%

Langsung potong modal awal

Redemption Fee (jual)

0–1,5%

0–0,25%

Potong saat cairkan

Management Fee/thn

1,5–2,5%/thn

0,1–0,5%/thn

Sudah dihitung dalam NAB

Total Biaya Efektif

2–5%/thn

0,1–0,5%/thn

Perbedaan BESAR!


⚠️ Ilustrasi Dampak Biaya dalam 15 Tahun (modal Rp 100 juta, return bruto 12%/thn):

→ RD Biaya 2%/thn (return neto 10%): Rp 100 juta → Rp 418 juta
→ RD Biaya 0,5%/thn (return neto 11,5%): Rp 100 juta → Rp 519 juta
→ Selisih biaya 1,5%/Thn: kehilangan Rp 101 juta dalam 15 tahun!

Pajak Reksa Dana: Keunggulan Tersembunyi yang Sering Tidak Diketahui

Ini adalah salah satu alasan terkuat mengapa reksa dana jauh lebih efisien secara pajak dibanding beberapa instrumen lain di Indonesia.

✅ Perlakuan Pajak Reksa Dana (per 2025):

🟢 Capital gain (keuntungan jual unit)TIDAK KENA PAJAK untuk investor ritel
🟢 Dividen dari reksa danaTIDAK KENA PAJAK di tangan investor
🟡 Bunga obligasi dalam reksa dana → Pajak 10% dipotong di level reksa dana (bukan investor)
🟡 Dividen saham dalam reksa dana → Pajak 10% dipotong di level reksa dana


Perbandingan:
→ Deposito: bunga dipotong PPh Final 20%
→ Obligasi langsung: kupon dipotong PPh Final 10%
→ Saham langsung: dividen dipotong PPh Final 10% + capital gain 0,1% dari nilai transaksi
Reksa Dana Saham: capital gain dan distribusi ke investor → NOL pajak saat pencairan

Strategi Reksa Dana untuk Late Starter: Pilih Berdasarkan Usia dan Tujuan

Late starter berbeda dari investor 20-an. Kamu punya lebih sedikit waktu, tapi juga punya penghasilan lebih stabil dan pemahaman yang lebih matang. Strategi harus disesuaikan.

🎯 Framework Alokasi Late Starter: “Rule of 110”

Rumus sederhana: % alokasi ke reksa dana saham = 110 − Usiamu
Sisanya ke reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.


Usia

RD Saham/Campuran

RD PT / Pasar Uang

Catatan


40 tahun

70%

30%

Masih agresif, 17 thn ke pensiun

45 tahun

65%

35%

Mulai sedikit lebih defensif

50 tahun

60%

40%

Glide path mendekati pensiun

55 tahun

55%

45%

Menjelang pensiun, jaga modal

Strategi DCA (Dollar-Cost Averaging): Investasikan jumlah tetap setiap bulan terlepas kondisi pasar naik atau turun. Ini menghilangkan risiko timing pasar — kamu otomatis beli lebih banyak unit saat harga turun, dan lebih sedikit saat harga naik. Strategi paling terbukti untuk investor jangka panjang yang tidak memantau pasar setiap hari.

Cara Memilih Reksa Dana yang Baik: 5 Kriteria Wajib

Ada lebih dari 2.000 produk reksa dana di Indonesia. Bagaimana memilih yang tepat tanpa harus menjadi analis profesional?

🔍 5 Kriteria Memilih Reksa Dana:

1. Track Record MI (Manajer Investasi) — Pilih MI dengan AUM (Asset Under Management) besar (>Rp 5 triliun) dan track record minimal 5 tahun. MI besar: Manulife, Mandiri Investasi, Schroders, BNI AM, Batavia Prosperindo, Eastspring.

2. Konsistensi Return vs Benchmark — Cek apakah return 3, 5, 10 tahun mengalahkan benchmark (mis. IHSG untuk RD Saham). Jika reksa dana terus underperform benchmark, lebih baik pilih reksa dana indeks.

3. Total Expense Ratio (TER) — Semakin rendah semakin baik. Untuk RD Saham Indeks, cari TER <0,5%. Untuk RD Saham Aktif, pertimbangkan jika TER >2% karena sulit outperform biaya.

4. AUM (Ukuran Dana) — Reksa dana terlalu kecil (<Rp 10 miliar) berisiko likuidasi. Terlalu besar (>Rp 50 triliun) bisa sulit outperform. Zona nyaman: Rp 100 miliar – Rp 10 triliun.

5. Sharpe Ratio — Mengukur return per unit risiko. Lebih tinggi = lebih baik. Bisa dilihat di Infovesta, Bareksa, atau laporan MI. Pilih reksa dana dengan Sharpe Ratio >1.

Platform Terbaik untuk Beli Reksa Dana di Indonesia (2025)

Semua platform berikut terdaftar dan diawasi OJK. Pilih berdasarkan kebutuhanmu.

Platform

Min. Investasi

Keunggulan

Terbaik Untuk


Bibit

Rp 10.000

Robo-advisor, UI simpel, rekomendasi otomatis

Pemula

Bareksa

Rp 10.000

Produk terlengkap, data riset, SBN juga

Riset mendalam

Tokopedia/GoTo Finansial

Rp 10.000

Terintegrasi e-commerce, mudah top-up

Pengguna Tokopedia

IPOT (Indo Premier)

Rp 100.000

Saham + RD dalam 1 platform, fitur lengkap

Investor aktif

Risiko Reksa Dana yang Harus Dipahami

PANDUAN INVESTASI LATE STARTER · SERI 3 dari 5

Reksa Dana: Cara Paling Cerdas untuk Late Starter Mulai Investasi Tanpa Harus Jadi Ahli

Kamu tidak perlu memilih saham sendiri. Kamu tidak perlu memantau pasar setiap hari. Reksa dana memberimu akses ke ratusan instrumen sekaligus — dengan modal kecil, dikelola profesional, dan bisa dimulai hari ini.

⏱ Estimasi baca: 12 menit  |  📊 Level: Pemula–Menengah  |  💰 Modal mulai: Rp 10.000

Apa Itu Reksa Dana? (Penjelasan Sederhana)

Bayangkan kamu dan 9.999 orang lain masing-masing menaruh Rp 100.000 ke dalam satu “kolam dana” bersama. Kolam ini terkumpul menjadi Rp 1 miliar. Manajer investasi profesional kemudian mengelola uang kolam ini — membeli saham, obligasi, atau instrumen lain sesuai strategi yang sudah ditetapkan.

Hasilnya? Kamu mendapat eksposur ke portofolio yang terdiversifikasi dengan modal kecil — sesuatu yang tidak mungkin kamu lakukan sendiri dengan modal Rp 100.000.

🔑 Komponen Utama Reksa Dana:

Manajer Investasi (MI) — Perusahaan berlisensi OJK yang mengelola dana nasabah secara profesional
Bank Kustodian — Bank independen yang menyimpan aset reksa dana (terpisah dari aset MI)
Investor (kamu) — Membeli unit penyertaan, menjadi pemilik proporsional dari kolam aset
NAB (Nilai Aktiva Bersih) — Harga per unit reksa dana, dihitung setiap hari bursa
Prospektus — Dokumen legal yang wajib kamu baca sebelum investasi

4 Jenis Reksa Dana: Mana yang Cocok untuk Late Starter?

Tidak semua reksa dana sama. Perbedaan utama ada di komposisi aset yang dibeli oleh manajer investasi, yang menentukan profil risiko dan potensi return.

📊 Spektrum Reksa Dana: Risiko vs Return


Jenis

Isi Portofolio

Return/Thn

Risiko

Horizon


Pasar Uang (RDPU)

Deposito, SBI, obligasi <1 thn

4–6%

Sangat Rendah

<1 tahun


Pendapatan Tetap (RDPT)

Obligasi pemerintah & korporasi

6–9%

Rendah–Menengah

1–3 tahun


Campuran (RDC)

Saham + obligasi (mix)

8–14%

Menengah

3–5 tahun


Saham (RDS)

Min 80% saham bursa efek

12–18%*

Tinggi

>5 tahun

*Historis jangka panjang. Return bisa negatif dalam jangka pendek.

Infografis: Cara Kerja Reksa Dana

Cara Kerja Reksa Dana: Dari Investor ke Pasar Modal Semua diawasi OJK • Aset disimpan di Bank Kustodian • Transparan & aman secara hukum 👥 INVESTOR Modal terkumpul di NAB Investor A Rp 100.000 Investor B Rp 5.000.000 Investor C Rp 50.000.000 Investor D Rp 200.000.000 + 9.996 investor lain… Total Dana: Rp 1 Miliar+ Dana 🏦 MANAJER INVESTASI Berlisensi OJK Strategi Investasi Tertuang dalam Prospektus • Kebijakan alokasi aset Riset & Analisis Tim analis profesional memilih aset terbaik Eksekusi Transaksi Beli/jual aset sesuai kondisi pasar Biaya: Expense Ratio 0,5% – 2,5%/tahun Konfirmasi 🏛 BANK KUSTODIAN Penyimpan Aset • Terpisah dari MI • Admin NAB harian • Proteksi investor Investasi 📈 PASAR MODAL Aset yang dibeli oleh MI 📊 Saham BBCA, BBRI, TLKM ASII, UNVR, dll Risiko Tinggi 📜 Obligasi SBN, FR, ORI Obligasi korporat Risiko Sedang 🏦 Deposito/SBI Instrumen pasar uang bank Risiko Rendah 🌍 Global ETF RD Global: S&P500 Nasdaq, dll Risiko MenengajK Return → NAB naik → Keuntungan Investor ⚖️ OJK Otoritas Jasa Keuangan • Mengawasi MI & Kustodian • Menetapkan aturan • Melindungi investor • Izin operasi MI ✓ Cek lisensi MI di ojk.go.id 📊 NAB per Unit Nilai Aktiva Bersih NAB = Total Aset Bersih ÷ Jumlah Unit Beredar Contoh: Total aset: Rp 1 Miliar Unit beredar: 1.000.000 NAB = Rp 1.000/unit Dihitung setiap hari bursa setelah jam 16.00 WIB 💡 Keunggulan Reksa Dana vs Investasi Langsung ✓ Diversifikasi otomatis ✓ Dikelola profesional ✓ Modal mulai Rp 10.000 ✓ Likuiditas T+2 s/d T+7

Simulasi Nyata: Investasi Reksa Dana Saham Rp 2 Juta/Bulan selama 15 Tahun

Late starter usia 42 tahun. Target pensiun usia 57. Bisa invest Rp 2 juta/bulan. Pilihan: reksa dana saham indeks dengan rata-rata return historis 12%/tahun.

🔢 Simulasi: Rp 2.000.000/bulan × 15 Tahun @ Return 12%/thn

Formula: FV = PMT × [(1+r)ⁿ – 1] / r × (1+r)
PMT = Rp 2.000.000/bulan, r = 1%/bulan (12%/12), n = 180 bulan


Tahun ke-

Modal Disetorkan

Nilai Portofolio

Keuntungan


Tahun 1

Rp 24.000.000

Rp 25.600.000

+Rp 1.600.000

Tahun 3

Rp 72.000.000

Rp 86.500.000

+Rp 14.500.000

Tahun 5

Rp 120.000.000

Rp 163.000.000

+Rp 43.000.000

Tahun 10

Rp 240.000.000

Rp 418.000.000

+Rp 178.000.000

Tahun 15 🎯

Rp 360.000.000

Rp 888.000.000

+Rp 528.000.000


🚀 Modal Rp 360 juta → tumbuh menjadi hampir Rp 900 juta. Uang bekerja 2,47× lebih keras dari yang kamu setorkan!

⚠️ Disclaimer penting: Return 12%/tahun adalah rata-rata historis reksa dana saham indeks Indonesia jangka panjang. Dalam jangka pendek, reksa dana saham bisa turun 30-50% (seperti 2008, 2020). Simulasi ini tidak memperhitungkan pajak capital gain (saat ini 0% untuk reksa dana) dan inflasi. Return masa depan tidak dijamin sama dengan historis.

Biaya Reksa Dana: Yang Sering Diabaikan Investor Pemula

Reksa dana bukan gratis. Ada biaya yang langsung mempengaruhi return kamu. Memahami struktur biaya adalah kunci memilih reksa dana yang tepat.

💰 Struktur Biaya Reksa Dana (Perbandingan)


Jenis Biaya

RD Konvensional

RD Indeks / ETF

Dampak


Subscription Fee (beli)

0–2%

0%

Langsung potong modal awal

Redemption Fee (jual)

0–1,5%

0–0,25%

Potong saat cairkan

Management Fee/thn

1,5–2,5%/thn

0,1–0,5%/thn

Sudah dihitung dalam NAB

Total Biaya Efektif

2–5%/thn

0,1–0,5%/thn

Perbedaan BESAR!


⚠️ Ilustrasi Dampak Biaya dalam 15 Tahun (modal Rp 100 juta, return bruto 12%/thn):

→ RD Biaya 2%/thn (return neto 10%): Rp 100 juta → Rp 418 juta
→ RD Biaya 0,5%/thn (return neto 11,5%): Rp 100 juta → Rp 519 juta
→ Selisih biaya 1,5%/Thn: kehilangan Rp 101 juta dalam 15 tahun!

Pajak Reksa Dana: Keunggulan Tersembunyi yang Sering Tidak Diketahui

Ini adalah salah satu alasan terkuat mengapa reksa dana jauh lebih efisien secara pajak dibanding beberapa instrumen lain di Indonesia.

✅ Perlakuan Pajak Reksa Dana (per 2025):

🟢 Capital gain (keuntungan jual unit)TIDAK KENA PAJAK untuk investor ritel
🟢 Dividen dari reksa danaTIDAK KENA PAJAK di tangan investor
🟡 Bunga obligasi dalam reksa dana → Pajak 10% dipotong di level reksa dana (bukan investor)
🟡 Dividen saham dalam reksa dana → Pajak 10% dipotong di level reksa dana


Perbandingan:
→ Deposito: bunga dipotong PPh Final 20%
→ Obligasi langsung: kupon dipotong PPh Final 10%
→ Saham langsung: dividen dipotong PPh Final 10% + capital gain 0,1% dari nilai transaksi
Reksa Dana Saham: capital gain dan distribusi ke investor → NOL pajak saat pencairan

Strategi Reksa Dana untuk Late Starter: Pilih Berdasarkan Usia dan Tujuan

Late starter berbeda dari investor 20-an. Kamu punya lebih sedikit waktu, tapi juga punya penghasilan lebih stabil dan pemahaman yang lebih matang. Strategi harus disesuaikan.

🎯 Framework Alokasi Late Starter: “Rule of 110”

Rumus sederhana: % alokasi ke reksa dana saham = 110 − Usiamu
Sisanya ke reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.


Usia

RD Saham/Campuran

RD PT / Pasar Uang

Catatan


40 tahun

70%

30%

Masih agresif, 17 thn ke pensiun

45 tahun

65%

35%

Mulai sedikit lebih defensif

50 tahun

60%

40%

Glide path mendekati pensiun

55 tahun

55%

45%

Menjelang pensiun, jaga modal

Strategi DCA (Dollar-Cost Averaging): Investasikan jumlah tetap setiap bulan terlepas kondisi pasar naik atau turun. Ini menghilangkan risiko timing pasar — kamu otomatis beli lebih banyak unit saat harga turun, dan lebih sedikit saat harga naik. Strategi paling terbukti untuk investor jangka panjang yang tidak memantau pasar setiap hari.

Cara Memilih Reksa Dana yang Baik: 5 Kriteria Wajib

Ada lebih dari 2.000 produk reksa dana di Indonesia. Bagaimana memilih yang tepat tanpa harus menjadi analis profesional?

🔍 5 Kriteria Memilih Reksa Dana:

1. Track Record MI (Manajer Investasi) — Pilih MI dengan AUM (Asset Under Management) besar (>Rp 5 triliun) dan track record minimal 5 tahun. MI besar: Manulife, Mandiri Investasi, Schroders, BNI AM, Batavia Prosperindo, Eastspring.

2. Konsistensi Return vs Benchmark — Cek apakah return 3, 5, 10 tahun mengalahkan benchmark (mis. IHSG untuk RD Saham). Jika reksa dana terus underperform benchmark, lebih baik pilih reksa dana indeks.

3. Total Expense Ratio (TER) — Semakin rendah semakin baik. Untuk RD Saham Indeks, cari TER <0,5%. Untuk RD Saham Aktif, pertimbangkan jika TER >2% karena sulit outperform biaya.

4. AUM (Ukuran Dana) — Reksa dana terlalu kecil (<Rp 10 miliar) berisiko likuidasi. Terlalu besar (>Rp 50 triliun) bisa sulit outperform. Zona nyaman: Rp 100 miliar – Rp 10 triliun.

5. Sharpe Ratio — Mengukur return per unit risiko. Lebih tinggi = lebih baik. Bisa dilihat di Infovesta, Bareksa, atau laporan MI. Pilih reksa dana dengan Sharpe Ratio >1.

Platform Terbaik untuk Beli Reksa Dana di Indonesia (2025)

Semua platform berikut terdaftar dan diawasi OJK. Pilih berdasarkan kebutuhanmu.

Platform

Min. Investasi

Keunggulan

Terbaik Untuk


Bibit

Rp 10.000

Robo-advisor, UI simpel, rekomendasi otomatis

Pemula

Bareksa

Rp 10.000

Produk terlengkap, data riset, SBN juga

Riset mendalam

Tokopedia/GoTo Finansial

Rp 10.000

Terintegrasi e-commerce, mudah top-up

Pengguna Tokopedia

IPOT (Indo Premier)

Rp 100.000

Saham + RD dalam 1 platform, fitur lengkap

Investor aktif

Risiko Reksa Dana yang Harus Dipahami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *